PACARAN MENURUT ISLAM
Penulis: Ahmad Syukur
Islam adalah agama yang
sempurna. Islam sangat menghargai orang-orang yang senantiasa menjalin
silaturrahmi. Ada banyak cara dan jalan yang dapat dilakukan. Diantaranya,
melalui suatu grup-grup persahabatan, organisasi, pernikahan,DLL. Apalagi
melihat keadaan saat ini dimana kita sedang berada pada zaman moderen, zaman
globalisasi. Kita bisa saling kntak dengan orang-orang yang jauh melalui
alat-alat elektronik. Seperti, Handphone,telephone,laptop,DSB. Namun kita juga
tidak bisa pungkiri bahwa diantara anyaknya jalan dan cara tersebut, kita tidak
menyadari bahwa diri kita telah melakukan sesuatu yang mungkin menurut kita
biasa-biasa saja. Tapi ternyata kenyataanya kita telah melenceng dai
aturan-aturan agama kita.
Sebagaimana yang kita
ketahui bersama, bahwa adanya alat-alat elektronik yang dilengkapi jejaring
sosial seperti facebook,Twitter,DLL. Yang mempermudah seseorang untuk saling
mengetahui status, riwayat hidup, saling kirim foto,dsb. Yang membuat seseorang
saling kagum-mengagumi yang kemudian mereka wujudkan dalam bentuk pacaran,
“berhubungan tanpa adanya ikatan nikah”. Nah, inilah yang menjadi topik
permasalahan kita pada kesempatan ini. Mengapa tidak ada pacaran dalam
islam?
Kata pacaran adalah hal yang tidak asing lagi ditelinga kita. Pacaran sudah
menjadi hal yang pokok bagi para pemuda pemuda moderen. Tak jarang kita melihat
orang berdua-duaan yang ternyata belum ada ikatan nikah diantara mereka. Mulai
dari para pengusaha,para pekerja kantoran,mahasiswa,anak sma,smp,bahkan anak
sekolah dasar yang masih tergolong anak ingusan pun tak mau kalah. Mereka
menganggap diri mereka ”nggak gaul” kalau nggak punya pacar. Ini pulalah yang
membuat kita sebagai kaum musimin mundur dan terpojok. Kita tidak istiqamah
pada syari’at yang telah ditetapkan oleh agama kita. Kita mudah terpengaruh
dengan orang lain. Kita mudah dipengarhi oleh perbatan orang-orang barat yang
tidak sesuai dengan aturan agama kita.
Untuk itulah, pada
kesempatan ini penulis ingin mengutarakan hal-hal yang menjadi dasar
dilarangnya Pacaran dalam islam. Dan kita juga perlu ketahui bahwa ulama
berbeda pendapat dalam hal ini. Ada ulama yang melarag, dan ada pula yang
membolehkan selagi kita mampu memperhatikan batas-batas kebolehan-nya. Namun, kami
hanya akan fokus mengutarakan pendapat ulama yang melarang.
Ada beberapa alasan sehingga
para ulama melarang pacaran dalam slam. Diantaranya;
1. Pacaran itu medekati perbuatan maksiat.
Untuk
alasan yang pertama ini, kami aka mengambil dasar dalam al-Qur’an, yaitu:
لاتقرب
الزنا
“janganlah mendekati zina”
Kata “mendekati” pada
ayat tersebut mempunyai magsud bahwa sesuatu itu belum dilakukan namun
sifatnya mendekati (akan).
Nah, berdasarkanpengetahuan yang kami dapatkan dibeberapa artikel, para
ulama memberikan penjelasan bahwa suatu perbuatan yang mendekati perbuatan
haram, maka perbuatan itupun hukumnya haram.
Maka, disinilah kami menyimpulkan bahwa pacaran yang kita kenal saat ini
hukumnya dilarang oleh agama(haram).
Contohnya,
sebagaimana yang sering kia lihat dan dengar dari beberapa media. Banyak
masyarakat,khususnya para pemuda yang berhubungan atau berbuat sesuatu yang
tidak sewajarnya mereka lakukan. Yang mungkin pada awalnya mereka hanya
melakukan pertemuan yang biasa-biasa saja, namun karena iman yang lemah
akhirnya mereka terjerumus melakukan hal-hal maksiat.
Inilah
yang menjadi bukti dari alasan kami sehingga mengambil dasar dari potongan ayat
tersebut.
2. Pacaran itu bisa memutus tali silaturrahmi.
Kemudian,
alasan kami selanjutnya kami ambil dari pengalaman kami sendiri. Yaitu pacaran
dapat memutus tali silaturrahmi.
Pada saat
berpacaran, kita mungkin inginnya selalu berbuat sesuatu yang lebih untuk
pasangan kita, bahkan janji-janji gombal sering keluar dari mulut kita untuk
menyenangkan pasangan. Misalnya, “sayang, aku mencintaimu sehidup semati” atau
“aku tak bisa hidup tanpamu”. Nah, karena kata-kata inilah pasangan anda akan
tersanjung-sanjung mendengarnya. Sehingga menyerahkan seluruh kepercayaanya
sepenuhnya kepada anda. Tapi pada saat tiba aat anda dan pasangan anda merasa
sudah tidak cocok lagi lalu kemudian putus. Maka otomatis akan timbul rasa
sakit dan penyesalan diantara anda. Yang kemungkinan menyebabkan timbulnya rasa
beni yang sangat mendalam. Silaturrahmi pun terputus. Bisa saja kan
separti itu?
Jadi, jelaslah kedua alasan ini sangat masuk akal. Anda mau terima atau
tidak, semuanya terserah anda. Yang terpenting bagi kami selaku penulis sudah
mengutarakan hal-hal yang menjadi alasan pokok dilarangnya pacaran dalam islam.
Akhirnya,
lebih dan kurangnya kami memohon maaf. karena kami menyadari bahwa kebenaran hanyalah
milik Allah. Kami hanyalah hamba Allah yang dha’if. Penuh dengan kekurangan.
Wallahu a’lam bisshawab
You’All Are Thefutureleaderofislam
#Islam always in our heart.
Wassalam.........
Sengkang,
2 Maret 2013
Penulis,
Ahmad
syukur

0 Komentar