KHOTBAH IDUL FITRI
1 Syawwal 1435 H
Syukur-thefutureleaderofislam.blogspot.com
KHUTBAH IDUL FITRI
1 Syawwal 1435 H.
(Muqaddimah)
AllahuAkbar
3X Wa LillahiLhamd…
Kaum Muslimin dan
Muslimat yang dirahmati Allah SWT, Marilah kita senantiasa tingkatkan iman dan
takwa kita kepada Allah SWT,. Terutama setelah kita ditempa oleh Ramadhan
selama sebulan penuh , semoga Allah senantiasa menjaga ketakwaan kita hingga
ajal menjemput dan menerima amal baik kita Aamiin yaa Robbal ‘Alamiin…
Syukur Alhamdulillah, baru saja
kegiatan ibadah selama bulan Ramdhan telah tuntas kita laksanakan dan jalankan. Kita berharap semoga semua amal
kita diterima oleh Allah, natarima bajikli karaeng alla ta’ala
amala-amal bajitta sehingga niakki termasuk tau na kanakkuki karaeng Allah
Ta’ala siagang tau nakanakkuki suruga… semoga semuanya menjadi media
refreshing yang mampu mengurangi kegundahan dan kepenatan hidup selama ini dan
bisa mengurangi berbagai permasalahan-permasalahan hidup yang mendera kita
dalam artian niakki napakkassa’ atinta sehingga niakki siap untuk antarimai
iangaseng paccoba napaturunga karaeng
Allah Ta’ala rilalang katallassanga anne…
Kita
semua punya masalah, nia’ ngaseng masalata.. masalah hidup, mulai dari masalah diri
kita, masalah kelurga, masalah pekerjaan, masalah dengan masyarakat. Terlebih
kita hidup dizaman sekarang ini, zaman modern zaman yang penuh dengan masalah,
godaan-godaan dan tantangan hidup,
dimana-mana budaya korupsi, narkoba, penculikan, seks bebas, penjajahan budaya
lunturnya jati diri bangsa, dan bobbrokya moral yang dilakukan oleh kaum-kau barat, kaum
yang tak bermoral,
Syekh Ali al-Khawwas, dalam kitab ar-Risalah
al-Qusyairiyyah, menawarkan lima solusi dari persoalan diatas:
“Obat
hati ada lima; membaca al-Qur’an dan menghayatinga, mengosongkan perut, bangun
malam, dzikir khusyu’ tengah malam, berteman dengan orang-orang baik”
Jamaah
Shalat ID yang sama-sama berbahagia.
Dzikir,
munajat dan baca al-Qur’an pun telah kita panjatkan kehadirat Allah. Itulah
sumber mata air kesejukan ilahiyyat yang mengalirkan keteduhan dan meneteskan
embun kesejukan dalam lubuk sanubari kita. Ini sesuai dengan firman Allah Swt:
“"Yaitu orang-orang yang beriman dan hati
mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." [Ar Ra'd 28]”
Allah
telah menakdirkan kita, manusia menjadi makhlukh social, yakni mahluk yang
selalu membutuhkan bantuan orang lain. Karena itulah, islam mengatur hak-hak
dan kewajiban dalam hidup bertetangga dan bermasyarakat. Dan islam mengajak
kita agar pandai-pandai memilih teman dan tetangga yang baik-baik agar tidak
terjerumus dalam pergaulan yang justru menjauhkan kita dari Allah Swt. Islam
mengajak kita berbagi kasih dengan sesame melalui zakat, infaq maupun sedekah.
Dengan demikian, hubungan kita dengan sesame yang selama ini hanya nafsi-nafsi,
egois dan tak ramah, kini terjali hubungan yang harmonis. Rasulullah SAW
bersabda:
“orang
dermawan itu dekat dengan Allah, akrab dengan manusia, dekat dengan surge dan
jauh dari neraka”
Qiyamullail yang telah kita laksanakan, sholat
tarwih, tahajjud dan sebagainya, serta amalan-amalah sunnah lain juga ikut
berperan mempertajam kepekaan spiritualitas
kita, dan mampu mempertajam kefitrahan
hati sebagai mahluk Allah . tugas utama manusia adalah menjadi hamba dan
mengabdi kepada sang pencipta,
“Dan tidaklah Aku
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS.Adz
Dzariat :56)
Sekecil apapun perbuatan kita, manna antekamua ca’dina panggaukanta punna anjo panggaukanga niaki na
papparentang karaeng Alla ta’ala siagang niaki napabattu rannnuna karaeng Alla
Ta’ala, itulah prioritas hidup
yang kita ajlani. Misi seorang muslim sejati, tujuan hidupnya hanya untuk
beribadah kepada Allah SWT.
Ramadhan mengajarkan kita bagaimana rasanya menahan
lapar dan haus, sebagaimana yang sering disarakan oleh saudara-saudara kita
yang diluar sana yang hanya tinggal di bawah kolom jembatan, yang terkadang
makan hanya sekali sehari bahkan tidak makan sehari semalam.
Ramadhan mengajarkan kita untuk saling berbagi
kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang kurang mampu dengan zakat, sadaqah
dan infaq.
Ramadhan juga telah mengistirahatkan kerja organ biologis kita, nipappisaui’I anjo panggaukang suami-istri untuk sementara
waktu dengan berpusa mulai fajar sampai maghrib, agar nafsu kita terbiasa dalam
mengendalikan nafsu biologis yang tidak halal.
Keserakahan hidup biasanya diawali dari keserakahan
dalam mengkonsumsi tiga hal diatas, kemudian menjelma menjadi keserakahan-keserakahan
dalam mengkonsumsi makanan-makanan haram, keserakahan jabatan, keserakahan
politik, eksploitasi lingkungan dan
sebagainya.
AllahuAkbar 3x Walillahilhamd…
Kaum
muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SWT.
Berkurangnya beban hidup dan tekanan batin, setelah
menjalani puasa dan sholat malam sebulan penuh, akan menjadi semakin sempurna
dengan kehadiran Hari Raya Idul Fitri seperti
yang kita laksanakan pada hari ini. Perayaan lebaran ini sungguh menjadi
hiburan murah dan obat gratis untuk menyembuhkan segala derita kita selama ini.
Lebaran mampu menyatukan keluarga yang sebelumnya bercerai berai. Lebaran dapat
mengobati kerinduan orang tua pada anaknya. Lebaran memberikan kesempatan
kepada anak untuk mencurahkan baktinya yang terbaik kepada orang tuanya, baik
disaat beliau masih hidup maupun setelah meninggal.
Berbahagialah kita karena saat ini kita dimudahkan
oleh Allah untuk bersujud,rukuk dihadapan Allah. Janganlah karena perilaku yang
menentang Allah menjadikan Allah semakin murka kepada kiat, janganlah karena
kesombongan dan kebodohan kita menjadi sebab terhalangnya kita dari jalan
syurga, menjauhkan kita dari Allah SWT.
Maka bersyukurlah kepada Allah atas segala karunia
ini, karunia iman dan islam. Apalah artinya kesenangan sesaat tapi membawa
penyesalan tiada tara di akherat kelak, na’udzubillah tsumma na’udzubillah….
Apakah selepas ramadhan ini, kita semakin dekat
dengan Allah, atau justru semakin jauuh??? Hanya diri kita sendiri yang mampu
menjawabnya.
Oleh karena itu, ada tiga pesan dan kesan Ramadhan
yang semestinya kita pegang teguh bersama setelah perginya bulan Ramadhan yang
mulia ini.
Nia’
TALLU Pappasanna bulang rumallayya, ia akkullea ni pa’gang baji’-baji’ untuk
nilaksanakan rilalang katallassanta kammayya tompa ni panjari bokong untuk allo
ri boko.
Ø Pesan Yang Pertama, Ramadhan Adalah Pesan moral atau TAHDZIBUN-NAFSI
Artinya, kita harus selalu mawas diri, berhati-hati
kepada musuh terbesar ummat manusia, yakni hawa nafsu sebagai musuh yang tak pernah
damai. Rasulullah Saw, bersabda: “jihad yang paling besar adalah jihad melawan
diri sendiri”. Didalam kitab Madhzahib
fitTarbiya diterangkan bahwa didalam diri setiap manusia terdapat nafsu/
naluri sejak lahir. Yakni, naluri marah, naluri pengetahuan dan naluri syahwat.
Dari ketiga naluri ini, yang paling sulit untuk di kendalikan adalah syahwat.
Hujjatul-islam
imamu lGhazali mengatakan: bahwa pada diri manusia terdapat empat
sifat, ada tiga sifat berpotensi mencelakakan manusia, dan satu sifat mampu
mengantarkan manusia ke jalan kebahagiaan.
Nakanai tu
maccata Imam al-Ghazali: “rilalanna batangkalenna tawwa, nia’ APPA’ passala
naballaki, TALLU Passala akkulle napanraki tawwa, siagang SE’RE Passala akkulle
na tuntun tawwa mange ri kabajikanga”
Antereanga anjo??
Ketiga
sifat itu,
·
Yang pertama: As-sifat al-bahimiyyah (sifat binatang ternak),yami’antu
sifa’na olo’-olo’ parakayyanta…
Anggurai anjo olo’-olo’ parakayyanta…???
Tanda-tandana
yami’antu sambarang nalle manna talayya ia pata…
Coba-coba mi ki cini anjo olo’-oloka… sambarang injo
mange na’alle manna anunna tawwa…
menghalalkan segala cara untuk
mencapai tujuan tanpa adanya rasa malu.
·
Yang kedua, As-sifat as-sab’iyyah (sifat binatang buas), tanda-tandanya yaitu banyaknya kedhzoliman dan
berkurangnya keadilan, yang kuat selalu menang, yang lemah selalu kalah,
meskipun benar.
Tau iyya na
ballakia sifa’-sifa’ singkammayya anne… termasuk tongi yami’antu tau suangnga
na pa’risi atinna siana’ ssallangna, niaki na bicara riboko siagang na
calla-calla paranna rupatau,
·
Dan Yang ketiga
Sifat Syaithaniyah (sifat setan), yaitu mempertahankan hawa nafsu untuk menjatuhkan
martabat manusia.
Jika
ketiga sifat ini lebih dominan dan lebih mewarnai suatu masyarakat atau bangsa,
niscaya akan terjadi sebuah perubahan
tatanan social masyarakat yang sangat mengkhawatirkan. Dimana keadilan akan
tergusur oleh kedhzoliman, hokum bias dibeli dengan rupiah,undang-undang bias
dipesan dengan dollar, sulit dibedakan mana yang hibah mana yang suap, penguasa
lupa akan tanggungjawabnya, rakyat lupa akan kewajibannya, seluruh tempat akan
dipenuhi oleh keburukan, dan kebaikan akan menjadi sesuatu yang terasing,
ketaatan akhirnya terkalahkan oleh kemaksiatan dan seterusnya dan seterusnya.
Sedangkan satu-satunya sifat yang membahagiakan
adalah Sifat Rububiyah, ditandai
dengan keimanan, ketakwaan dan kesabaran yang telah kita bina bersama-sama
sepanjang bulan Rhomadhan. Tau iyya
amballakia sifa’ Rububiyah rilalang
batang kalenna, niscaya jalan hidupnya disinari oleh cahaya al-Qur’an,
prilakunya dihiasi budi pekerti yang luhur yitu akhlakul-karimah. Selanjutnya,
ia akan menjadi insan Muttaqin,
insan pasca Ramadhan, yang menjadi harapan setiap orang. Insan yang dalam hari
raya ini menampakkan 3 hal sebagai pakaiannya: Menahan diri dari hawa nafsu, memafkan dan berbuat baik pada sesame
manusia. Sebagaiman firman Allah Swt,
“(yaitu)
orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Qs. Ali-imran: 134)
Jamaah
Shalat ID yang sama-sama berbahagia.
Ø Pesan Yang kedua, Pesan Sosial.
Pesan social Ramadhan ini terlukiskan dengan indah.
Indah disini justru terlihat pada detik-detik akhir Ramadhan, dimana ketika
ummat musli m mengeluarkan zakat fitrah kepada Ashnafus tsamaniyah (8 golongan masyarakat yang berhak menerima
zakat) terutama kaum fakir-miskin… tampak bagaimana tali silaturrahmi dan
semangat untuk berbagi demikian nyata terjadi. Keutuhan dan kesenjangan
komunikasi dan tali kasih saying yang sebelumnya sempat terlupakan tiba-tiba
saja hadir, baik dihati maupun dalam tindakan. Semangat ini melahirkan kesadran
untuk tolong menolong antara orang-orang kaya dengan orang-orang miskin, antara
orang-orang yang hidupnya berkecukupan dan orang orang yang kesehariannya serba
kekurangan.
Setiap muslim mempunyai kaitan, ikatan
dan hubungan, serta kekerabatan dengan saudara- saudaranya. Semua itu menuntut
adanya kejujuran, keikhlasan dan pengorbanan. Jadi, seorang muslim mempunyai
kewajiban yang apabila ditunaikan maka hasilnya adalah kebaikan. Dan sebaliknya
apabila ditinggalkan akan terjadi kekacauan dan hilangnya hak- hak orang lain.
Dengan demikian , barang siapa yang menunaikan zakat berarti, ia telah
membangun tatanan yang baik. Memberikan hak- hak orang lain, menegakkan islam,
dan menolong mereka yang lemah. Sebaliknya, barang siapa meninggalkan zakat
berarti ia telah merusak tatanan sosial ekonomi, mengambil hak- hak orang lain,
merobohkan islam, dan tega membiarkan orang- orang lemah hidup dalam
penderitaan dan kesusahan, maka ia kelak akan mendapatkan azab yang pedih di
akhirat.
Ø Pesan Yang ke Tiga, Pesan Jihad.
Jihad yang dimaksud disini adalah jihan mengorbankan
segala yang kita miliki baik tenaga, harta, maupun jiwa kita untuk mencapai
keredhaan Allah, terutama jihad melawan diri kita sendiri yang kita sebut
sebagai jihadul’Akbar, jihad yang paling
besar. Dengan demikian, jihad akan terus hidup didalam jiwa ummat islam,
baik dalam kondisi perang maupun dalam kondisi damai.
Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad
yang kita butuhkan adalah upaya mendukung terbangunnya sebuah sisitem social
yang bermartabat, adil, dan sejahtera yang berdasar pada ketaatan kepada Allah
Swt. Jihad untuk mengendalikan hawa nafsu dari seluruh hal yang dapat merugikan
diri kita sendiri terlebih lagi merugikan orang lain.
Jamaah
Shalat ID yang sama-sama berbahagia.
Jadi, di hari yang berbahagia ini, marilah kita
sama-sama memikul tanggung jawab untuk melaksanakan ketiga pesan ini ke dalam
bingkai kehidupan yang nyata.mari kita bersama-sama mengendalikan hawa nafsu
kita untuk tidak terpancing pada hal-hal yang terlarang dan merugikan orang
lain, mari kita jalin silaturrahmi dengan keluarga, sebagaimana lebaran ini
mengingatkan kita pada pengorbanan dan jasa-jasa keluarga yang mengantarkan
kita menjadi sukses saat ini. insyaAllah, dngan semua itu, akan mendatangkan keberkahan umur dan kemudahan rezki,
sebagaimana sabda Rasulullah Saw,
Marilah
kita tradisikan qiyamullail karena ia adalah senjata dalam menghadapi
permasalahan hidup.
Terakhir,
kita semua berharap semoga Allah, dengan Agungan dan Ampunan-Nya menjadikan Ruh
dan Jiwa Kita kembali fitrah, suci dari segala dosa sebagaimana saat kita
terlahir didunia ini,
Mari
kita sama-sama berdo’a…
Ya
Allah… Engkau telah menghadirkan kami di dunia ini secara fitrah, maka kami
memohon suatu saat ketika kami menghadap-Mu, pulangkan kami secara fitrah.
Ya
Allah… beri kami kesempatan lagi untuk berjumpa dengan Ramadhan pada
tahun-tahun mendatang, agar kami menikmati indahnya Ramadhan…
Aamiin
ya Robbal ‘Alamiin…
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ
وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ.
(lanjut ke khutbah ke dua)

0 Komentar