KHOTBAH IDUL FITRI
1 Syawwal 1435 H
Ahmad Syukur
Syukur-thefutureleaderofislam.blogspot.com


KHUTBAH IDUL FITRI
1 Syawwal 1435 H.

(Muqaddimah)

AllahuAkbar 3X Wa LillahiLhamd…
Kaum Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allah SWT, Marilah kita senantiasa tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT,. Terutama setelah kita ditempa oleh Ramadhan selama sebulan penuh , semoga Allah senantiasa menjaga ketakwaan kita hingga ajal menjemput dan menerima amal baik kita Aamiin yaa Robbal ‘Alamiin…
Syukur Alhamdulillah, baru saja kegiatan ibadah selama bulan Ramdhan telah tuntas kita laksanakan  dan jalankan. Kita berharap semoga semua amal kita diterima oleh Allah, natarima bajikli karaeng alla ta’ala amala-amal bajitta sehingga niakki termasuk tau na kanakkuki karaeng Allah Ta’ala siagang tau nakanakkuki suruga… semoga semuanya menjadi media refreshing yang mampu mengurangi kegundahan dan kepenatan hidup selama ini dan bisa mengurangi berbagai permasalahan-permasalahan hidup yang mendera kita dalam artian niakki napakkassa’ atinta sehingga niakki siap untuk antarimai iangaseng  paccoba napaturunga karaeng Allah Ta’ala rilalang katallassanga anne…
Kita semua punya masalah, nia’ ngaseng masalata..  masalah hidup, mulai dari masalah diri kita, masalah kelurga, masalah pekerjaan, masalah dengan masyarakat. Terlebih kita hidup dizaman sekarang ini, zaman modern zaman yang penuh dengan masalah, godaan-godaan  dan tantangan hidup, dimana-mana budaya korupsi, narkoba, penculikan, seks bebas, penjajahan budaya lunturnya jati diri bangsa, dan bobbrokya moral   yang dilakukan oleh kaum-kau barat, kaum yang tak bermoral,
Syekh Ali al-Khawwas, dalam kitab ar-Risalah al-Qusyairiyyah, menawarkan lima solusi dari persoalan diatas:



“Obat hati ada lima; membaca al-Qur’an dan menghayatinga, mengosongkan perut, bangun malam, dzikir khusyu’ tengah malam, berteman dengan orang-orang baik”
Jamaah Shalat ID yang sama-sama berbahagia.
Dzikir, munajat dan baca al-Qur’an pun telah kita panjatkan kehadirat Allah. Itulah sumber mata air kesejukan ilahiyyat yang mengalirkan keteduhan dan meneteskan embun kesejukan dalam lubuk sanubari kita. Ini sesuai dengan firman Allah Swt:
"Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." [Ar Ra'd 28]
Allah telah menakdirkan kita, manusia menjadi makhlukh social, yakni mahluk yang selalu membutuhkan bantuan orang lain. Karena itulah, islam mengatur hak-hak dan kewajiban dalam hidup bertetangga dan bermasyarakat. Dan islam mengajak kita agar pandai-pandai memilih teman dan tetangga yang baik-baik agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang justru menjauhkan kita dari Allah Swt. Islam mengajak kita berbagi kasih dengan sesame melalui zakat, infaq maupun sedekah. Dengan demikian, hubungan kita dengan sesame yang selama ini hanya nafsi-nafsi, egois dan tak ramah, kini terjali hubungan yang harmonis. Rasulullah SAW bersabda:



“orang dermawan itu dekat dengan Allah, akrab dengan manusia, dekat dengan surge dan jauh dari neraka”
Qiyamullail yang telah kita laksanakan, sholat tarwih, tahajjud dan sebagainya, serta amalan-amalah sunnah lain juga ikut berperan mempertajam kepekaan spiritualitas kita, dan mampu mempertajam kefitrahan hati sebagai mahluk Allah . tugas utama manusia adalah menjadi hamba dan mengabdi kepada sang pencipta,
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS.Adz Dzariat :56)
Sekecil apapun perbuatan kita, manna antekamua ca’dina panggaukanta punna anjo panggaukanga niaki na papparentang karaeng Alla ta’ala siagang niaki napabattu rannnuna karaeng Alla Ta’ala, itulah prioritas hidup yang kita ajlani. Misi seorang muslim sejati, tujuan hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Ramadhan mengajarkan kita bagaimana rasanya menahan lapar dan haus, sebagaimana yang sering disarakan oleh saudara-saudara kita yang diluar sana yang hanya tinggal di bawah kolom jembatan, yang terkadang makan hanya sekali sehari bahkan tidak makan sehari semalam.
Ramadhan mengajarkan kita untuk saling berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang kurang mampu dengan zakat, sadaqah dan infaq.
Ramadhan juga telah mengistirahatkan kerja organ biologis kita, nipappisaui’I  anjo panggaukang suami-istri untuk sementara waktu dengan berpusa mulai fajar sampai maghrib, agar nafsu kita terbiasa dalam mengendalikan nafsu biologis yang tidak halal.
Keserakahan hidup biasanya diawali dari keserakahan dalam mengkonsumsi tiga hal diatas, kemudian menjelma menjadi keserakahan-keserakahan dalam mengkonsumsi makanan-makanan haram, keserakahan jabatan, keserakahan politik, eksploitasi lingkungan dan sebagainya.
AllahuAkbar 3x Walillahilhamd…
Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SWT.
Berkurangnya beban hidup dan tekanan batin, setelah menjalani puasa dan sholat malam sebulan penuh, akan menjadi semakin sempurna dengan kehadiran Hari Raya Idul Fitri seperti yang kita laksanakan pada hari ini. Perayaan lebaran ini sungguh menjadi hiburan murah dan obat gratis untuk menyembuhkan segala derita kita selama ini. Lebaran mampu menyatukan keluarga yang sebelumnya bercerai berai. Lebaran dapat mengobati kerinduan orang tua pada anaknya. Lebaran memberikan kesempatan kepada anak untuk mencurahkan baktinya yang terbaik kepada orang tuanya, baik disaat beliau masih hidup maupun setelah meninggal.
Berbahagialah kita karena saat ini kita dimudahkan oleh Allah untuk bersujud,rukuk dihadapan Allah. Janganlah karena perilaku yang menentang Allah menjadikan Allah semakin murka kepada kiat, janganlah karena kesombongan dan kebodohan kita menjadi sebab terhalangnya kita dari jalan syurga, menjauhkan kita dari Allah SWT.
Maka bersyukurlah kepada Allah atas segala karunia ini, karunia iman dan islam. Apalah artinya kesenangan sesaat tapi membawa penyesalan tiada tara di akherat kelak, na’udzubillah tsumma na’udzubillah….
Apakah selepas ramadhan ini, kita semakin dekat dengan Allah, atau justru semakin jauuh??? Hanya diri kita sendiri yang mampu menjawabnya.
Oleh karena itu, ada tiga pesan dan kesan Ramadhan yang semestinya kita pegang teguh bersama setelah perginya bulan Ramadhan yang mulia ini.
Nia’ TALLU Pappasanna bulang rumallayya, ia akkullea ni pa’gang baji’-baji’ untuk nilaksanakan rilalang katallassanta kammayya tompa ni panjari bokong untuk allo ri boko.
Ø Pesan Yang Pertama, Ramadhan Adalah Pesan moral atau TAHDZIBUN-NAFSI
Artinya, kita harus selalu mawas diri, berhati-hati kepada musuh terbesar ummat manusia, yakni hawa nafsu sebagai musuh yang tak pernah damai. Rasulullah Saw, bersabda: “jihad yang paling besar adalah jihad melawan diri sendiri”. Didalam kitab Madhzahib fitTarbiya diterangkan bahwa didalam diri setiap manusia terdapat nafsu/ naluri sejak lahir. Yakni, naluri marah, naluri pengetahuan dan naluri syahwat. Dari ketiga naluri ini, yang paling sulit untuk di kendalikan adalah syahwat.
Hujjatul-islam imamu lGhazali mengatakan: bahwa pada diri manusia terdapat empat sifat, ada tiga sifat berpotensi mencelakakan manusia, dan satu sifat mampu mengantarkan manusia ke jalan kebahagiaan.
Nakanai tu maccata Imam al-Ghazali: “rilalanna batangkalenna tawwa, nia’ APPA’ passala naballaki, TALLU Passala akkulle napanraki tawwa, siagang SE’RE Passala akkulle na tuntun tawwa mange ri kabajikanga”
Antereanga anjo??
Ketiga sifat itu,
·        Yang pertama: As-sifat al-bahimiyyah (sifat binatang ternak),yami’antu sifa’na olo’-olo’ parakayyanta…
Anggurai anjo olo’-olo’ parakayyanta…???
Tanda-tandana yami’antu sambarang nalle manna talayya ia pata…
Coba-coba mi ki cini anjo olo’-oloka… sambarang injo mange na’alle manna anunna tawwa… menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan tanpa adanya rasa malu.
·        Yang kedua, As-sifat as-sab’iyyah (sifat binatang buas), tanda-tandanya yaitu banyaknya kedhzoliman dan berkurangnya keadilan, yang kuat selalu menang, yang lemah selalu kalah, meskipun benar.
Tau iyya na ballakia sifa’-sifa’ singkammayya anne… termasuk tongi yami’antu tau suangnga na pa’risi atinna siana’ ssallangna, niaki na bicara riboko siagang na calla-calla paranna rupatau,
·        Dan Yang ketiga Sifat Syaithaniyah (sifat setan), yaitu mempertahankan hawa nafsu untuk menjatuhkan martabat manusia.
Jika ketiga sifat ini lebih dominan dan lebih mewarnai suatu masyarakat atau bangsa, niscaya akan terjadi sebuah  perubahan tatanan social masyarakat yang sangat mengkhawatirkan. Dimana keadilan akan tergusur oleh kedhzoliman, hokum bias dibeli dengan rupiah,undang-undang bias dipesan dengan dollar, sulit dibedakan mana yang hibah mana yang suap, penguasa lupa akan tanggungjawabnya, rakyat lupa akan kewajibannya, seluruh tempat akan dipenuhi oleh keburukan, dan kebaikan akan menjadi sesuatu yang terasing, ketaatan akhirnya terkalahkan oleh kemaksiatan dan seterusnya dan seterusnya.
Sedangkan satu-satunya sifat yang membahagiakan adalah Sifat Rububiyah, ditandai dengan keimanan, ketakwaan dan kesabaran yang telah kita bina bersama-sama sepanjang bulan Rhomadhan. Tau iyya amballakia sifa’ Rububiyah rilalang batang kalenna, niscaya jalan hidupnya disinari oleh cahaya al-Qur’an, prilakunya dihiasi budi pekerti yang luhur yitu akhlakul-karimah. Selanjutnya, ia akan menjadi insan Muttaqin, insan pasca Ramadhan, yang menjadi harapan setiap orang. Insan yang dalam hari raya ini menampakkan 3 hal sebagai pakaiannya: Menahan diri dari hawa nafsu, memafkan dan berbuat baik pada sesame manusia. Sebagaiman firman Allah Swt,
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Qs. Ali-imran: 134)
Jamaah Shalat ID yang sama-sama berbahagia.

Ø Pesan Yang kedua, Pesan Sosial.
Pesan social Ramadhan ini terlukiskan dengan indah. Indah disini justru terlihat pada detik-detik akhir Ramadhan, dimana ketika ummat musli m mengeluarkan zakat fitrah kepada Ashnafus tsamaniyah (8 golongan masyarakat yang berhak menerima zakat) terutama kaum fakir-miskin… tampak bagaimana tali silaturrahmi dan semangat untuk berbagi demikian nyata terjadi. Keutuhan dan kesenjangan komunikasi dan tali kasih saying yang sebelumnya sempat terlupakan tiba-tiba saja hadir, baik dihati maupun dalam tindakan. Semangat ini melahirkan kesadran untuk tolong menolong antara orang-orang kaya dengan orang-orang miskin, antara orang-orang yang hidupnya berkecukupan dan orang orang yang kesehariannya serba kekurangan.
Setiap muslim mempunyai kaitan, ikatan dan hubungan, serta kekerabatan dengan saudara- saudaranya. Semua itu menuntut adanya kejujuran, keikhlasan dan pengorbanan. Jadi, seorang muslim mempunyai kewajiban yang apabila ditunaikan maka hasilnya adalah kebaikan. Dan sebaliknya apabila ditinggalkan akan terjadi kekacauan dan hilangnya hak- hak orang lain. Dengan demikian , barang siapa yang menunaikan zakat berarti, ia telah membangun tatanan yang baik. Memberikan hak- hak orang lain, menegakkan islam, dan menolong mereka yang lemah. Sebaliknya, barang siapa meninggalkan zakat berarti ia telah merusak tatanan sosial ekonomi, mengambil hak- hak orang lain, merobohkan islam, dan tega membiarkan orang- orang lemah hidup dalam penderitaan dan kesusahan, maka ia kelak akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat.

Ø Pesan Yang ke Tiga, Pesan Jihad.
Jihad yang dimaksud disini adalah jihan mengorbankan segala yang kita miliki baik tenaga, harta, maupun jiwa kita untuk mencapai keredhaan Allah, terutama jihad melawan diri kita sendiri yang kita sebut sebagai jihadul’Akbar, jihad yang paling besar. Dengan demikian, jihad akan terus hidup didalam jiwa ummat islam, baik dalam kondisi perang maupun dalam kondisi damai.
Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang kita butuhkan adalah upaya mendukung terbangunnya sebuah sisitem social yang bermartabat, adil, dan sejahtera yang berdasar pada ketaatan kepada Allah Swt. Jihad untuk mengendalikan hawa nafsu dari seluruh hal yang dapat merugikan diri kita sendiri terlebih lagi merugikan orang lain.
Jamaah Shalat ID yang sama-sama berbahagia.
Jadi, di hari yang berbahagia ini, marilah kita sama-sama memikul tanggung jawab untuk melaksanakan ketiga pesan ini ke dalam bingkai kehidupan yang nyata.mari kita bersama-sama mengendalikan hawa nafsu kita untuk tidak terpancing pada hal-hal yang terlarang dan merugikan orang lain, mari kita jalin silaturrahmi dengan keluarga, sebagaimana lebaran ini mengingatkan kita pada pengorbanan dan jasa-jasa keluarga yang mengantarkan kita menjadi sukses saat ini. insyaAllah, dngan semua itu, akan mendatangkan  keberkahan umur dan kemudahan rezki, sebagaimana sabda Rasulullah Saw,




Marilah kita tradisikan qiyamullail karena ia adalah senjata dalam menghadapi permasalahan hidup.
Terakhir, kita semua berharap semoga Allah, dengan Agungan dan Ampunan-Nya menjadikan Ruh dan Jiwa Kita kembali fitrah, suci dari segala dosa sebagaimana saat kita terlahir didunia ini,
Mari kita sama-sama berdo’a…
Ya Allah… Engkau telah menghadirkan kami di dunia ini secara fitrah, maka kami memohon suatu saat ketika kami menghadap-Mu, pulangkan kami secara fitrah.
Ya Allah… beri kami kesempatan lagi untuk berjumpa dengan Ramadhan pada tahun-tahun mendatang, agar kami menikmati indahnya Ramadhan…
Aamiin ya Robbal ‘Alamiin…


بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ.

(lanjut ke khutbah ke dua)