Waktu adalah satu komponen yang sangat berharga dalam kehidupan ini, Waktulah yang akan menentukan corak dari perjalanan kehidupan yang kita
lalui, apakah ia berwarna positif atau justru berwarna negatif. Karena dengan waktu kita dapat
malakukan segala hal yang kita inginkan, dalam artian waktu membuka
seluas-luasnya kesempatan bagi kita untuk bergerak, bertindak, melangkah untuk
menentukan bagaimana kehidupan kita kedepan, apakah kita menjadi orang yang akan selalu dikenang akan kebaikannya, atau justru berusaha dilupakan karena
keburukan-keburukannya.
Waktu yang akan
menjadi sebab kita dikenang oleh orang lain adalah waktu yang kita manfaatkan untuk memaknai
suatu kehidupan dengan akhlakh mulia
serta tindakan-tindakan positif lainnya, yang pada akhirnya kita bisa menjadi
pribadi yang hari ini lebih baik dari kemarin, dan berusaha menjadikan hari
esok lebih baik dari hari ini. Waktu juga mengajari kita tentang kedisiplinan,
karena dengan waktu kita belajar bagaimana memanage, sehingga hari-hari
yang kita lalui bermakna dan dipenuhi oleh hal-hal yang membahagiakan, sehingga
apa yang telah kita lakukan tidak berlalu begitu saja.
Namun demikian, adakalanya waktu juga bisa menjadi hal yang sangat menakutkan,
menjadi racun yang dapat melumpuhkan jiwa kita, menjadi sesuatu yang disesali
dikemudian hari, karena bayang –bayang penyesalan selalu hadir menghantui
pikiran. Waktu yang bagaimanakah? Yaitu, (1) Waktu yang kita biarkan berlalu
begitu saja tanpa ada hal-hal yang menjadi sejarah atau riwayat hidup, sebuah
kumpulan cerita yang mungkin saja menjadi inspirasi bagi orang lain setelah
kematian kita. (2) waktu yang kita isi dengan sesuatu yang merugikan,
berpoya-poya, lumuran-lumuran dosa, dan dan segala hal yang kita lakukan tanpa
memikirkan masa depan.
Baik-buruknya kehidupan yang telah, sedang, atau
yang akan kita lalui tergantung dari bagaimana waktu menjawabnya, sesuai dengan bagaimana kita mempergunakannya. Waktu yang
diamanahkan Tuhan kepada kita untuk kita manage, yang akhirnya akan kita
pertanggungjawabkan dihadapan-Nya. Jangan pernah menyalahkan Tuhan ketika
kehidupan kita penuh keburukan. Karena jawaban kehidupan yang diberikan oleh waktu,
adalah hasil kerja yang kita lakukan terhadap waktu itu sendiri.
"CatatanKecilKu" - 20 Oktober 2014

0 Komentar