WAKTU
Waktu yang akan menjadi sebab kita dikenang oleh orang lain adalah waktu
yang kita manfaatkan untuk memaknai suatu kehidupan dengan akhlak mulia serta
tindakan-tindakan positif lainnya, sehingga dengan begitu kita bisa menjadi
pribadi yang hari ini lebih baik dari kemarin, dan berusaha menjadikan hari
esok lebih baik dari hari ini.
Waktu juga adalah sebuah pendidikan kedisiplinan, karena melalui waktu kita
belajar bagaimana memanage kehidupan ini, sehingga hari-hari yang kita lalui
tersusun dengan baik, menjadi lebih bermakna karena tidak ada yang kita
sia-siakan. Namun demikian, adakalanya waktu juga bisa menjadi hal yang sangat
menakutkan, menjadi racun yang dapat melumpuhkan jiwa kita, menjadi sesuatu
yang akan disesali dikemudian hari, karena bayang –bayang penyesalan selalu
hadir menghantui pikiran.
Waktu yang bagaimanakah? Yaitu; (1) Waktu yang kita biarkan berlalu begitu
saja tanpa ada hal-hal yang menjadi sejarah dan buah bibir, yaitu sebuah
kumpulan cerita yang menjadi inspirasi bagi orang lain setelah kematian kita.
(2) waktu yang kita isi dengan sesuatu yang merugikan, berpoya-poya, dengan
lumuran-lumuran dosa, dan segala hal yang kita lakukan dengan kesia-siaan tanpa
memikirkan masa depan. Baik-buruknya kehidupan -yang telah, sedang, atau yang
akan kita lalui- tergantung dari bagaimana waktu menjawabnya, sesuai dengan
bagaimana kita mempergunakannya.
Waktu yang diamanahkan Tuhan kepada kita untuk kita manage, yang akhirnya
akan kita pertanggungjawabkan dihadapan-Nya. Jangan pernah menyalahkan Tuhan
ketika kehidupan kita penuh keburukan. Karena jawaban kehidupan yang diberikan
oleh waktu, adalah hasil kerja yang kita lakukan terhadap waktu itu sendiri.
“Maka taklukkanlah waktu itu, sebelum ia yang menaklukkan anda”
Salam Bijak.
=Sang
Musafir=
Http://goresanpenasangmusafir.blogspot.com


0 Komentar