Di ruangan ini, ku teringat masa-masa saat engkau masih ada di sini. Duka-cita kita lalui bersama. melangkah bersama, menghadapi tantangan tak berujung. Menjalani hidup di kota perantauan....

Sobat...
aku tak bisa menahan tetes air mata ini. Rasanya, sangat sulit menjalani hidup dikota ini tanpamu. Aku butuh motivasimu. Namun, disisi lain, aku harus menjalaninya tanpamu. Karena kau tak mungkin lagi ada disini. Sebab, Jalan kita kini telah berbeda...


Untuk sobatku, Dyrmank...