Rintik-rintik hujan menemaniku dalam sunyi, meratapi diri yang terlihat hampa, bagai jasad yang tak berjiwa.
Entah kemana jiwaku pergi, aku tak tahu kemana. Mungkin ia terbawa angin malam, melayang menyusuri kegelapan, mencari dimana arah hati terpaut.
Entah kemana jiwaku pergi, aku tak tahu kemana. Mungkin ia terbawa angin malam, melayang menyusuri kegelapan, mencari dimana arah hati terpaut.
#####
Kesunyian
kembali menghiasi jiwa ini rindu yang mendalam merasut kalbu,
menghimpit dada, merana, lelah, tak bergairah, aku butuh semangatmu, aku
ingin memelukmu, aku rindu..
Ibu...
Ibu...
#####
Pagi
itu kembali menyapaku, dengan keadaan yang cukup berbeda dengan
kemaren, hari ini ada sedikit yang kurang, yaitu si mentari tak nampak
membiaskan cahayanya karena tertutup oleh awan mendung.
Mungkinkah si awan akan menumpahkan isinya hingga hujan pun turun? ahh, itu bukan urusanku. Itu urusan Yang Maha Kuasa...
Ku awali pagiku dengan keadaan yang terbalik dari situasi dan kondisi. yah, keadaan memang memancing untuk tidak bersemangat. Tetapi tetap ku usahakan bahwa "Diriku tetap bersemangat!!!"
Mungkinkah si awan akan menumpahkan isinya hingga hujan pun turun? ahh, itu bukan urusanku. Itu urusan Yang Maha Kuasa...
Ku awali pagiku dengan keadaan yang terbalik dari situasi dan kondisi. yah, keadaan memang memancing untuk tidak bersemangat. Tetapi tetap ku usahakan bahwa "Diriku tetap bersemangat!!!"

0 Komentar